Kamis, 10 Mei 2012

kedudukan dan konsep dasar evaluasi belajar

 PENGERTIAN , KEDUDUKAN DAN KONSEP DASAR  EVALUASI BELAJAR
A.    Pengertian evaluasi
Evaluasi berarti pengumpulan kenyataan secara sistematis untuk menetapkan apakah dalam kenyataannya terjadi perubahan dalam diri siswa dan menetapkan sejauh mana tingkat perubahan dalam diri pribadi siswa.
Berikut adalah pendapat para ahli mengenai evaluasi belajar :
   1. Ralph Tyler beliau mengatakan, bahwa evaluasi merupakan proses pengumpulan  data untuk menentukan sejauh mana, dalam hal apa, dan bagian mana tujuan pendidikan sudah tercapai. Jika belum, bagaimana yang belum ada dan apa sebabnya.
   2. Cronbach dan Stufflebeam, definisi tersebut adalah bahwa proses evaluasi bukan sekedar mengukur sejauh mana tujuan tercapai, tetapi digunakan untuk membuat keputusan.
B.     kedudukan evaluasi dalam proses pendidikan
Menurut schwart2 dkk. Menyimpulkan bahwa penilaian adalah suatu program untuk memberikan pendapat dan penentuan arti dan faedah suatu pengalaman. Pengalaman yang dimaksud disini adalah pengalaman yang diperoleh berkat proses pendidikan jadi, pengalaman yang diperoleh siswa adalah pengalaman sebagai hasil belajar siswa disekolah.
C.    Konsep dasar evaluasi belajar dan pembelajaran.
Setiap orang yang melakukan suatu kegiatan akan selalu ingin tahu hasil dari  kegiatan yang dilakukannya. Siswa dan guru merupakan orang-orang yang terlibat dalam kegiatan pembelajaran, tentu juga mereka berkeinginan mengetahui proses dan hasil kegiatan pembelajaran yang dilakukanya. Untuk menyedikan informasi tentang baik dan buruknya proses dan hasil kegiatan pembelajaran, maka seorang guru harus menyelenggarakan evaluasi. Kegiatan evaluasi yang dilakukan guru meencakup evaluasi hasil belajar dan evaluasi pembelajaran sekaligus.
Disisi lain evaluasi juga merupakan salah satu komponen sistem pembelajaran. Hal ini berarti evaluasi merupakan kegiatan yang terelakkan dalam setiap kegiatan atau proses pembelajaran dengan kata lain kegiatan evaluasi (baik evaluasi hasil belajar maupun evaluasi pembelajaran) merupakan bagian integral yang tak terpisahkan dari kegiatan pembelajaran.
 SYARAT – SYARAT EVALUASI
Dalam menyelenggarakan kegiatan evaluasi, kita perlu memperhatikan syarat-syarat yang harus dipenuhi kegiatan evaluasi tersebut. Syarat-syarat umumyang harus dipenuhi adalah sebagai berikut:
1)   Kesahihan ( validitas ).
        Kesahihanmenggantikan kata validitas (validity) yang dapat diartikan sebagai ketepatan evaluasi mengevaluasi apa yang seharusnya dievaluasi. Kesahihan dapat diterjemahkan pula sebagai kelayakan interpretasi terhadap hasil dari suatu instrument evaluasi atau tes danidak terhadap instrument itu sendiri.
Faktor-faktor yang mempengaruhi kesahihan hasil evaluasi meliputi:
1.   Faktor instrumen evaluasi itu sendiri.
2.   Faktor-faktor administrasi evaluasi dan penskoran,
3.   Faktor-faktor dalam respon-respon siswa.
2)      Keterandalan ( reliabilitas )
Syarat umum yang juga sama pentingnya dengan kesahihan adalah keterandalan evaluasi. Keterandalan evaluasi berhubungan dengan masalah kepercayaan yakni tingkat kepercayaan bahwa suatu instrumen evaluasi mampu memberikan hasil yang tepat.
Faktor-faktoryang mempengaruhi adalah sebagai berikut:
a.       Panjang tes.
b.      Sebaran skor.
c.       Tingkat kesulitan tes.
d.      Objektivitas.
3)      Kepraktisan ( objektifitas )
Dalam memilih tes dan instrumen evaluasi yang lain kepraktisan merupakan syarat yang tidak dapat diabaikan. Kepraktisan evaluasi terutama dipertimbangkan saat memilih tes atau instrumen evaluasi lain yang dipubliksikan oleh suatu lembaga. Kepraktisan evaluasi dapat diartikan sebagai kemudahan-kemudahan yang ada pada instrumen evaluasi baik dalam mempersiapkan, menggunakan, menginterpretasi, memperoleh hasil,mapunkemudahan dalam menyimpannya.
Faktor-faktor yang mempengaruhi kepraktisan instrumen evaluasi adalah sebagai berikut:
a.    Kemudahan mengadministrasi.
b.     Waktu yang disediakan untuk melancarkan evaluasi.
c.    Kemudahan menskor.
d.   Kemudahan interpretasi dan aplikasi.
e.    Tersedianya bentuk instrumen evaluasi yang ekuivalen.
 MACAM – MACAM EVALUASI
1    Evaluasi formatif
Evaluasi formatif adalah evaluasi yang dilakukan pada setiap akhir pembahasan suatu pokok bahasan/topik, dan dimaksud untuk mengetahui sejauh manakah suatu proses pembelajaran telah berjalan sebagaimana yang telah direncanakan. Evaluasi ini dimaksudkan untuk mengontrol sampai seberapa jauh siswa telah menguasai materi yang diajarkan pada pkok bahasan tersebut. Ukuran keberhaslan atau kemajuan siswa dalam evaluasi ini adalah penguasaan kemampuan yang telah dirumuskan dalam rumusan tujuan (TIK) yang telah ditetapkan sebelumnya.
2    Evaluasi sumiatif
Evaluasi sumatif adalah evaluasi yang dilakukan pada setiap akhir satu-satuan waktu yang didalamnya tercskup lebih dari satu pokok bahasan, dan dimaksudkan untuk mengetahui sejauh mana peserta didk telah dapat berpindah dari satu unit ke unit berikutnya. Winkel mendefinisikan evaluasi sumatif sebagai penggunaan tes-tes pada akhir suatu periode pengajaran tertentu, yang meliputi beberapa atau semua unit pelajaran yang diajarkan dalam satu semester, bahkan setelah selesai pembahasan suatu bidang studi.
3    Evaluasi diagnostik 
                 Evaluasi diagnostic adalah evaluasi yang digunakan untuk mengetahui kelebihan-kelebihan  dan kelemahan-kelemahan yang ada pada siswa sehingga dapat diberikan perlakuan yang tepat. Evaluasi diagnostic dapat dilakukan dalam beberapa tahapan, baik pada tahap awal, selama proses, maupun akhir pembelajaran. Pada tahap awal dilakukan terhadap calon siswa sebagai input. Dalam hal ini evaluasi diagnostic dilakukan untuk mengetahui kemampuan awal ataupengetahuan prasyarat yang harus dikuasai oleh siswa. Pada tahap proses evaluasi ini diperlukan untuk mengetahui bahan-bahan pelajaran mana yang masih belum dikuasai dengan baik, sehingga guru dapat member bantuan secara dini agar siswa tidak tertinggal terlalu jauh. Sementara pada tahap akhir evaluasi diagnostic ini untuk mengetahui tingkat penguasaan siswa atas seluruh meteri yang telah diberikan.
  EVALUASI HASIL BELAJAR
Evaluasi hasil belajar adalah keseluruhan kegiatan pengukuran pengolahan, penafsiran dan pertimbangan untuk membuat keputusan tentang tingkat hasil belajar yang telah dicapai oleh siswa dalam upaya mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan.
a.    Fungsi dan tujuan evaluasi hasil belajar
     Fungsi evaluasi hasil belajar adalah sebagai berikut:
      Evaluasi hasil belajar memiliki beberapa fungsi diantaranya yaitu:
1)   Selektif
      Hasil evaluasi dapat digunakan dalam rangka menyeleksi calon siswa / peserta didik yang baru.
2)   Diagnostik dan pengembangan
      Hasil daripada evaluasi hasil belajar dapat digunakan dalam rangka menyeleksi calon siswa baru.

3)   Penempatan
      Para lulusan yang ingin bekerja perlu menyiapkan transkip nilai program yang telah ditempuhnya yang juga memuat nilai – nilai hasil belajar
4)   Pengukuran hasil belajar
      Hasil daripada evaluasi hasil belajar dapat digunakan untuk mengukur sejauh mana peserta didik dapat memahami pelajaran yang telah diajarkan.
Tujuan evaluasi belajar
           Sebagaimana diuraikan pada bagia terdahulu bahwa evaluasi dilaksanakan dengan berbagai tujuan. Khusus terkait dengan pembelajaran, evaluasi dilaksanakan dengan tujuan :
1.    Mendeskripsikan kemampuan belajar siswa.
2.     Mengetahui tingkat keberhasilan PBM.
3.    Menentukan tuidak lanjut hasil penilaian.
4.    Memberikan pertanggung jawaban (account tability).
b.    Sasaran hasil belajar
     Sasaran dari hasil belajar ini meliputi:
a)    Ranah kognitif
    Sasaran hasil belajar dalam ranah ini meliputi;
Pengetahuan
Pemahaman
Penggunaan/penerapan
Analisis, sintetif, dan evaluatif
b)   Ranah afektif
   Sasaran dalam ranah afektif ini meliputi;
*        Menerima
*        Merespon
*        Menilai
*        Mengorganisasi
*        Karakterisasi

c)    Ranah psikomotorik.
   Sedangkan sasaran evaluasi dalam ranah psikomotorik ini yaitu meliputi;
*      Gerakan tubuh yang mencolok
*      Ketepatan gerakan yang dikoordinasikan
*      Perangkat komunikasi non verbal
*      Kemampuan berbicara.
c.    Prosedur evaluasi hasil belajar.
a)    Persiapan
e         Menetapkan pertimbangan keputusan yang dibutuhkan.
e         Menggambarkan informasi yang dibutuhkan.
e         Menetapkan informasi yang telah tersedia.
b)   Penyusunan
*      Menentukan jenis test yanga akan disusun
*      Membuat kisi – kisi butir soal
*      Meneta butir soal
*      Menulis/menyusun butir soal
c)    Pelaksanaan pengukuran
·         Tempat pengukuran
·         Menyelakasanakan pengukuran
·         Menata dan mengadministarsi lembar soal dan jawaban agar lebih mudah menskor.
d)   Pengolahan hasil penilaian
§  Menskor
§  Mengubah skor mentah menjadi skor standard
§  Mengkonversikan nilai standar kedalam nialai akhir.
e)    Pengolahan hasil penilaian:
·           Menskor
·           Mengubah skor mentah menjadi skor standard
·           Mengkonversikan nilai standar kedalam nialai akhir.
f)    Penafsiran hasil penilaian:
·           Klasikal
·           Individual
g)   Pelaporan dan penggunaan hasil evaluasi:
·           Pembuatan laporan
·           Penggunaan hasil evaluasi
 EVALUASI HASIL PEMBELAJARAN
Evaluasi pembelajaran adalah evaluasi terhadap proses belajar mengajar secara sistemik evaluasi pembelajaran diarahkan pada komponen-komponen system pembelajaran yang mencakup:
  Komponen input:perilaku awal siswa.
  Komponen input instrumental; kemampuan professional tenaga kependidikan.
  Komponen proses: prosedur pelaksanaan pembelajaran
  Komponen output; hasil pembelajaran yang memadai ketercapaian tujuan.
a.    Fungsi dan tujuan evaluasi pembelajaran.
  Evaluasi pembelajaran berfungsi dan bertujuan untuk:
1)    Untuk pengembangan
        Untuk mengembangkan suatu program pendidikan yang meliputi program studi,kurikulum dll.
2)    Untuk akreditasi
        Berbeda dengan fungsi yang pertama,evaluasi juga berfungsi dan bertujuan untuk menetapkan kedudukan suatu program pembelajaran berdasarkan ukuran tertentu.
b.    Sasaran evaluasi hasil pembelajaran
     Sasaran evaluasi pembelajaran bertujuan untuk menjawab pertanyaan tentang apa yang dinilai dalam system pembelajaran. Sehubungan dengan itu, terdapat 4 hasil pokok yang dapat dijadikan sasaran evaluasi hasil pembelajaran yaitu:
a)      Evaluasi tujuan pembelajaran
       Setelah berlangsung proses pembelajaran maka,perlu dilakukan evaluasi tentang tujuan dan pembelajaran tersebut.
b)      Evaluasi unsur dinamis pembelajaran.
       Unsur-unsur pembelajaran pada hakikatnya merupakan unsur penunjang dalam proses pembelajaran. Unsur – unsur tersebut meliputi:
*      Evaluasi terhadap motivasi belajar siswa.
*      Evaluasi terhadap bahan pelajaran
*      Evaluasi terhadap alat bantu belajar
*      Evaluasi terhadap suasana belajar
*      Evaluasi terhadap suasana subjek didik.
c)      Evaluasi pelaksanaan pembelajaran
       Sasaran ini perlu dinilai karena untuk mengetahui derajat keterlaksanaan daripada pembelajaran itu sendiri.
Aspek – aspek yang perlu dinilai terdiri dari:
a.       Tahap permulaan meliputi:
e         Metode yang digunakan
e         Penyampaian materi
e         Kegiatan siswa dan guru serta penggunaan unsur penunjang.
b.      Tahap inti pembelajaran meliputi;
e         Metode yang digunakan
e         Materi yang disajikan
e         Kegiatan siswa dan guru serta unsur – unsur penunjang.
c.       Tahap akhir meliputi:
e         Kesimpulan yang dibuat mengenai materi
e         Kegiatan siswa dan guru
e         Prosedur teknik penilaian
d)     Evaluasi kurikulum GBPP meliputi:
       Sasaran ini perlu dilakukan karena berkenaan pelaksanaan tertentu kurikulum.
Dalam hal ini evaluuasi berpijak pada pertanyaan- pertanyaan sbb:
1)        Berapa luas/banyak mengenai tingkat ketercapaian tujuan yang telah ditetapkan?
2)        Sejauh mana ruang lingkup dan urutan pokok bahasan yang telah disampaikan diserap oleh siswa?
3)        Bagaimana tingkat pelaksanaannya dan sejauh mana?

c.     Prosedur evaluasi pembelajaran.
ada beberapa teknik yang dapat digunakan sebagai prosedur evaluasi pembelajaran yaitu sebagai berikut:
1)   Studi kasus
Studi kasus adalah suatu prosedur evaluasi dalam upaya mempelajari satu orang siswa atau sekelompok siswa yang dijadikan sebagai kasus dengan cara menghimpun data dan informasi semua pihak yang terkait dengan kasus tersebut.

2)   Inventories dan questionnaires
Humprey dan tratler mengemukakan maksud dari inventories adalah sebagai berikut:
µ    Memungkinkan siswa secara pasti masalah – masalah spesifik dari daerah masalah yang ada.
µ    Siswa mengenal bahwa mereka mempunyai masalah – masalah umum.
µ    Memberikan informasi kepada sekolah mengenai masalah yang dihadapi siswa secara keseluruhan.
Sedangkan questionaires diartikan sebagai sesuatu yang terdiri dari satu seri pertanyaan dengan maksud dapat dijawab oleh murid yang akan dinilai itu mengenai : minat,sikap,pendapat dll.
3)   Observasi
               Observasi dilakukan untuk memperoleh epidensi tentang murid secara langsung dari murid itu sendiri atau dari teman-temannya.

maaf ya kalau editannya kurang baik............. *@_@*.....C.B.....(Cah Bukit).....*@_@*....

                sumber referensi blog ini sebagai berikut : 

1.      Dr. Dimyati Dan Drs. Mudjino.2006. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: PT Rineka Cipta.
2.      Drost, J.I.G.M.S.J. 2001. Sekolah Mengajar atau Mendidik. Yogyakarta: Kanisius.
3.      Nana Sudjana. 1996. Model-Model Mengajar CBSA. Bandung: Sinar Baru. http://pakguruonline.pendidikan.net.

0 komentar:

Poskan Komentar

Tentang Blog Ini

Blog ini di buat pada bulan December 2011